republikpers.id
Pontianak Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menjelang Idul Fitri 1447 H memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Pontianak. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM, bahkan sejak pagi hingga malam hari.
Situasi tersebut dinilai sebagai bentuk kegagalan pemerintah daerah (Pemda) dalam memberikan pelayanan publik, khususnya dalam mengantisipasi kebutuhan energi menjelang hari besar keagamaan.
Burhanudin Abdullah
Ketua DPW Pro Garda Indonesia Bersatu Prabowo Gibran Kalimantan Barat
Dalam keterangan pers yang disampaikan pada Jumat (20/3), disebutkan bahwa seharusnya Pemda telah melakukan langkah antisipatif jauh hari sebelumnya.
Menurut keterangan tersebut, koordinasi dengan pihak PT Pertamina semestinya dilakukan secara intensif guna memastikan ketersediaan pasokan BBM tetap aman menjelang Lebaran. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana langkah penanganan dinilai terlambat setelah kelangkaan mulai dirasakan masyarakat.
“Pemda seharusnya sudah mempersiapkan sejak awal, bukan saat krisis terjadi baru sibuk mencari solusi. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” ungkap Burhan dalam pernyataannya.
Ia juga menyoroti alasan gangguan distribusi akibat masalah kapal pengangkut BBM yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, persoalan logistik seperti waktu tempuh dan distribusi seharusnya sudah dapat diprediksi dan diantisipasi sebelumnya melalui perencanaan yang matang.
“Masalah transportasi dari Pertamina ke depot di Pontianak bukan hal baru. Ini bisa dihitung dan diperkirakan. Pemda harusnya terus berkoordinasi untuk mendapatkan informasi terbaru, bukan bereaksi setelah terjadi kelangkaan,” tambahnya.
Kondisi antrean panjang ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah bulan Ramadan, saat masyarakat menjalankan ibadah puasa sekaligus bersiap menyambut Lebaran. Banyak warga mengaku kelelahan dan kecewa karena harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean, bahkan tidak sedikit yang kehabisan BBM saat giliran mereka tiba.
Atas kondisi ini, Burhan menilai kinerja Pemda dalam pelayanan publik menjelang Idul Fitri kali ini sebagai catatan buruk yang harus menjadi evaluasi ke depan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan pemerintah lebih sigap dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
“Ini menjadi pelajaran penting agar ke depan tidak lagi mengecewakan rakyat,” tutupnya.**/red.




Social Header