Breaking News

Edukasi Berbasis Cerita Tingkatkan Kepatuhan dan Pencegahan TBC Anak di Pontianak



republikpers.id 

Pontianak, 18 April 2026 Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (SF ITB) bekerja sama dengan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, serta berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), menyelenggarakan kegiatan penyuluhan masyarakat di Puskesmas Pal III, Sungai Jawi, Kota Pontianak. Program yang didanai oleh LPDP ini berfokus pada penguatan edukasi dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) pada anak melalui pendekatan berbasis keluarga.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya beban TBC, baik secara global maupun nasional. 

Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus TBC, dengan angka kematian yang masih tinggi. Di Kalimantan Barat, capaian deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan masih belum optimal, sementara cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT) pada anak juga masih rendah.

Sebagai bentuk intervensi, kegiatan ini menghadirkan penyuluhan interaktif yang dipadukan dengan sesi read aloud dua buku cerita anak bertema TBC. Buku yang merupakan hasil karya bersama Kelompok Ilustrasi Buku Anak (KIBA) ITB dan DKV Institut Teknologi Nasonal (ITENAS) tersebut mengangkat perspektif anak sebagai pasien TBC, serta anak yang harus menjalani TPT akibat kontak erat dengan pasien TBC di lingkungan keluarga. 

Sesi ini difasilitasi oleh mahasiswa SF ITB dan dibagi berdasarkan kelompok usia, guna memastikan penyampaian pesan yang sesuai dan efektif.

Ketua panitia kegiatan, Dr. apt. Pratiwi Wikaningtyas, menegaskan pentingnya kepatuhan dalam pengobatan TBC sebagai kunci keberhasilan terapi. “Minum obat harus patuh dan tuntas. Jika tidak, kuman TBC bisa menjadi kebal terhadap obat, sehingga pengobatan menjadi lebih lama dan lebih berat,” ujarnya. 

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan edukasi kreatif melalui buku cerita dan kartu minum obat dapat membantu orang tua dalam mendampingi anak menjalani terapi secara rutin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dan komunitas.

Pengobatan TBC pada anak bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua dan lingkungan sekitar. Prinsipnya adalah peduli, dukung, dan rutin cek kesehatan,” tambahnya.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Puskesmas Pal III, Apt. Riris Ariestiasanny, S.Si, yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin. “Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi program ini karena memberikan manfaat besar, tidak hanya dalam meningkatkan kapasitas apoteker puskesmas, tetapi juga membantu kader TBC dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program. “Materi dan media edukasi yang diberikan dapat menjadi alat bagi kader sebagai perpanjangan tangan informasi di masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan ke depannya,” tambahnya.

Dalam sesi edukasi, Dr. dr. Rika Hapsari, Sp.A menjelaskan bahwa stigma terhadap pasien TBC masih menjadi tantangan utama di masyarakat. 

Masih banyak yang menganggap TBC sebagai penyakit turunan, padahal sebagian besar kasus pada anak justru ditularkan dari orang dewasa di lingkungan terdekat,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pengobatan yang dijalani secara rutin dapat menurunkan risiko penularan. “Setelah dua minggu pengobatan yang patuh, penularan sudah jauh berkurang.

 Selain itu, TBC ekstra paru pada anak tidak menular, sehingga anak tetap bisa bersekolah dan beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.

Melalui pendekatan berbasis keluarga dan penggunaan media edukasi yang inovatif, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam terapi pencegahan TBC, serta menjadi model intervensi yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

Program ini sekaligus mendukung target nasional bebas TBC pada tahun 2050, dengan menekankan pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengendalian dan pencegahan TBC yang berkelanjutan.**/


(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID