Breaking News

Holding Perkebunan Nusantara Genjot Produktivitas, Kebun Air Molek 2 Lakukan Peremajaan Sawit

Ko

 PTPN IV Regional III memanfaatkan mekanisasi dan teknologi sebagai bagian dalam penguatan produksi berkelanjutan.



republikpers.id 

PEKANBARU  PTPN IV Regional III, melalui Kebun Air Molek 2 di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, menyatakan kesiapan melaksanakan program peremajaan kelapa sawit (replanting) seluas 862 hektare pada 2026 sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat fondasi produksi jangka panjang.

Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo terus mendorong transformasi operasional berbasis produktivitas dan keberlanjutan, termasuk melalui program peremajaan tanaman secara terencana.

Program replanting di Kebun Air Molek 2 dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Peremajaan difokuskan pada tanaman yang telah melewati usia ekonomis, meliputi Afdeling 2 seluas 126 hektare, Afdeling 3 seluas 536 hektare, serta Afdeling 6 seluas 200 hektare.

Manajer Kebun Air Molek 2, Eka Surya Darmawan, menyampaikan bahwa program peremajaan merupakan langkah strategis yang telah dirancang secara terukur dalam rencana kerja perusahaan.

“Tanaman yang sudah melewati puncak produktivitas harus segera diperbarui agar kesinambungan produksi tetap terjaga. Ini bukan sekadar pergantian tanaman, tetapi investasi jangka panjang,” kata dia di Indragiri Hulu, Ahad (1/3/2026).

Menurutnya, pembaruan tanaman menjadi instrumen penting dalam menjaga daya saing sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional. Dengan struktur tanaman yang lebih muda dan seragam, potensi peningkatan produktivitas dinilai akan lebih optimal dalam beberapa tahun mendatang.

Sepanjang 2025, Kebun Air Molek 2 mencatatkan kinerja produksi yang solid dengan capaian 44.887 ton tandan buah segar (TBS). Produktivitas tanaman (protas) tercatat sebesar 19,4 ton per hektare, mencerminkan efektivitas pengelolaan kebun di tengah kondisi siklus tanaman yang beragam.

Eka menambahkan, capaian tersebut menjadi modal kuat untuk melangkah ke fase berikutnya melalui program peremajaan.

“Kami ingin memastikan bahwa keberhasilan hari ini tidak berhenti pada angka produksi, tetapi berlanjut dalam bentuk kesinambungan usaha untuk jangka panjang,” ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan agenda strategis induk perusahaan, PTPN IV PalmCo, dalam mendorong peningkatan produktivitas hingga 7 ton crude palm oil (CPO) per hektare sebagai bagian dari transformasi berbasis efisiensi dan keberlanjutan.

Saat ini, PTPN IV Regional III telah ditetapkan sebagai pilot project dalam pencapaian target tersebut. Secara nasional, produktivitas CPO rata-rata berada pada kisaran 3–4 ton per hektare, sementara Regional III telah mencapai 5,06 ton per hektare dan terus bergerak menuju target 7 ton CPO per hektare.

Sepanjang tahun 2025, Regional III juga telah melaksanakan program peremajaan dan konversi dengan total luas mencapai 2.396,45 hektare, meliputi Kebun Lubuk Dalam seluas 503,85 hektare, Terantam 649 hektare, Sei Berlian 300 hektare, serta konversi seluas 943 hektare di Kebun Air Molek I.

Eka menegaskan bahwa program peremajaan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi biaya perawatan serta stabilitas pasokan bahan baku pabrik dalam jangka panjang.

Melalui program replanting seluas 862 hektare ini, PTPN IV Regional III menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan usaha secara menyeluruh, mulai dari produktivitas, efisiensi, hingga daya saing, sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara.**/


(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID