Breaking News

Lebih Mudah dan Humanis, Imigrasi Pontianak Antar Paspor ke Rumah Lansia




republikpers.id 

PONTIANAK, Negara tak lagi menunggu warganya datang, melainkan hadir menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Di tengah upaya memperkuat wajah pelayanan publik yang inklusif, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak meluncurkan inovasi layanan bertajuk SAPRAHAN—akronim dari Siap Antar Paspor Lansia Sampai ke Rumah Anda.

Inovasi ini menjadi jawaban atas satu persoalan mendasar: keterbatasan akses bagi kelompok rentan, khususnya lanjut usia dan pemohon dalam kondisi sakit, dalam mengurus dokumen keimigrasian. Melalui layanan ini, negara mengambil langkah aktif dengan memastikan paspor—sebagai dokumen penting mobilitas global—dapat diterima tanpa harus membebani fisik pemohon.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak, Sam Fernando, menetapkan kebijakan ini sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya administratif, tetapi juga berperspektif kemanusiaan. Layanan SAPRAHAN dirancang untuk memangkas hambatan prosedural, termasuk menghilangkan kewajiban pendaftaran antrean daring bagi pemohon prioritas.

Secara teknis, proses permohonan tetap berjalan sesuai standar yang berlaku, mulai dari verifikasi berkas, wawancara, hingga perekaman biometrik. Namun, terdapat satu titik pembeda yang signifikan: paspor yang telah selesai tidak lagi harus diambil di kantor, melainkan diantarkan langsung ke alamat pemohon oleh petugas.

Bagi lansia, kemudahan ini bukan sekadar efisiensi waktu, tetapi juga bentuk perlindungan dari risiko perjalanan dan kelelahan. Negara, dalam hal ini, tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga menghadirkan empati dalam praktik pelayanan.

Program SAPRAHAN sekaligus mencerminkan pergeseran paradigma birokrasi—dari pelayanan yang bersifat pasif menjadi proaktif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan menjadikan kelompok rentan sebagai prioritas, inovasi ini mempertegas bahwa kualitas pelayanan publik tidak semata diukur dari kecepatan, tetapi juga dari kemampuan menjangkau mereka yang paling sulit dijangkau.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin kompleks, langkah Kantor Imigrasi Pontianak ini menjadi penanda bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Kadang, ia cukup sederhana: memastikan negara hadir lebih dekat—hingga ke depan pintu rumah warganya.**/



(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID