Breaking News

Di Bawah Holding Perkebunan Nusantara, Transformasi PalmCo Dinilai Jadi Fondasi Kemandirian Pangan dan Energi



republikpers.id

Pekanbaru  Transformasi berkelanjutan yang dijalankan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo di bawah naungan PTPN III (Persero) dinilai telah memasuki tahap eksekusi nyata, bukan sekadar konsep. Hal ini disampaikan manajemen Danantara Asset Management saat melakukan kunjungan kerja ke operasional PalmCo di Pekanbaru, Provinsi Riau.

Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menilai modernisasi bisnis sawit yang dijalankan PalmCo menjadi fondasi strategis untuk memperkuat kemandirian pangan, energi, serta kedaulatan ekonomi nasional. Menurutnya, transformasi sektor perkebunan harus diwujudkan melalui langkah nyata dari hulu hingga hilir.

“Transformasi di sektor perkebunan tidak cukup berhenti pada perencanaan. Yang kami lihat adalah konsistensi dan keberanian mengeksekusi perubahan secara menyeluruh. Ini penting untuk mendukung kemandirian pangan dan energi sekaligus kedaulatan ekonomi,” ujarnya saat meninjau Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit Sei Pagar.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Managing Director Risk Management Danantara, Riko Banardi, serta Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa. Riko mengaku terkesan dengan kejelasan arah bisnis PalmCo, khususnya dalam menyeimbangkan digitalisasi, mekanisasi, dan pengelolaan sumber daya manusia.

PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600 ribu hektare perkebunan sawit nasional. Manajemen Danantara meninjau langsung rantai bisnis terintegrasi perusahaan, mulai dari pembibitan, budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan limbah menjadi energi terbarukan.

Kunjungan diawali dari sentra pembibitan sawit unggul Sei Pagar yang menjadi bagian penting program peremajaan sawit rakyat sejak 2021. Hingga kini, sekitar 2,56 juta bibit unggul telah disalurkan kepada lebih dari 8.900 petani guna memperkecil kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perusahaan.

PalmCo juga memadukan teknologi modern dalam operasional, seperti sistem irigasi sprinkle, drone sprayer, serta pengembangan penangkaran serangga penyerbuk. Digitalisasi diperkuat melalui aplikasi internal untuk pengendalian biaya dan produktivitas, didukung mekanisasi alat panen dan perawatan kebun.

Di sektor pengolahan, teknologi pemantauan stok minyak sawit mentah secara real-time diterapkan untuk meningkatkan efisiensi. Sinergi digitalisasi dan mekanisasi ini tercermin pada kinerja Regional III sepanjang 2025, dengan pertumbuhan produksi tandan buah segar, peningkatan produktivitas CPO, serta rendemen yang melampaui target perusahaan.

Secara konsolidasi, PalmCo mencatat produktivitas CPO tumbuh signifikan dan laba bersih mencapai Rp 6,19 triliun, jauh melampaui target rencana kerja perusahaan. Setyanto menilai capaian tersebut sebagai bukti integrasi transformasi modern berbasis prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik.

Jatmiko menegaskan transformasi PalmCo merupakan strategi jangka panjang yang berfokus pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan keberlanjutan. Di tengah tantangan global sektor pangan dan energi, modernisasi ini dinilai memiliki arti strategis bagi ketahanan ekonomi nasional.**/



Ramsyah/red

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID