Breaking News

Pentingnya Literasi Asuransi Untuk Perlindungan Risiko Dan Kesehatan Finansial Bagi Generasi Muda Kuliah Umum ADK OJK di Universitas Jember



republikpers.id 

Jember, (13 Februari 2026) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan literasi dan 

inklusi keuangan, khususnya di sektor perasuransian bagi generasi muda sebagai fondasi 

ketahanan keuangan masyarakat dan perekonomian nasional. Edukasi sejak dini dinilai 

penting agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami 

perlindungan risiko, serta mengambil keputusan keuangan yang sehat bagi masa depan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan 

Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, dalam kuliah umum PPDP bertajuk 

“Insights for the Future” yang diselenggarakan di Universitas Jember (UNEJ), Jember, Jawa 

Timur, Kamis (12/2).

“Risiko merupakan bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah kesiapan dalam 

mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak 

menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujar Ogi.

Ogi menjelaskan, melalui asuransi, masyarakat dapat mengalihkan potensi kerugian 

finansial akibat risiko kepada perusahaan asuransi, sehingga stabilitas keuangan tetap 

terjaga. Meski demikian, peran strategis sektor perasuransian tersebut masih perlu 

didukung oleh peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, 

indeks literasi asuransi tercatat sebesar 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi 

masih berada pada level 28,50 persen. Data tersebut menunjukkan masih adanya 

kesenjangan yang perlu terus dipersempit melalui edukasi yang berkelanjutan, 

khususnya kepada generasi muda.

“Karena siklus hidup manusia membutuhkan perlindungan terhadap risiko jiwa, 

kesehatan, dan keuangan, kami mendorong generasi muda untuk mengelola 

keuangannya secara efektif, serta perlu memikirkan mitigasi terhadap potensi kerugian 

terjadinya risiko di masa depan,” lanjut Ogi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, asuransi memiliki peran strategis bagi ketahanan ekonomi

Indonesia, karena asuransi bertujuan membangun sense of relevance dalam melindungi 

masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional.

Sementara itu, Rektor UNEJ Iwan Taruna dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini 

memiliki nilai strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. 

Menurutnya, sektor keuangan memegang peran vital dalam mendorong pertumbuhan 

ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko perekonomian.**/



Ramsyah/red

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID