Breaking News

Perkebunan Nusantara Tetap Siaga Layani Penyintas Pasirlangu




republikpers.id

BANDUNG  Dua pekan setelah bencana tanah longsor melanda kawasan Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 masih terus menyiagakan Posko Tanggap Darurat untuk membantu para penyintas. Posko tersebut tetap aktif melayani kebutuhan logistik dan kesehatan bagi warga terdampak, petugas penyelamatan, serta relawan yang bertugas di lapangan.

Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, mengatakan bahwa ribuan penyintas masih membutuhkan dukungan kebutuhan dasar, mulai dari makanan hingga layanan kesehatan. Selain itu, para petugas evakuasi dari berbagai unsur juga terus bekerja mencari korban yang diduga masih tertimbun material longsor.

“Hingga hari ini kami masih menyiagakan posko di lokasi. Para penyintas masih membutuhkan bantuan logistik, sementara petugas rescue dan relawan terus berjibaku di lapangan,” ujar Desmanto saat ditemui di lokasi posko, Rabu (4/2/2026).

Sebagai unit kerja yang paling dekat dengan lokasi bencana, PTPN I Regional 2 mendapat mandat dari PTPN Group dalam ekosistem Holding Perkebunan Nusantara untuk mendukung penanganan tanggap darurat. Hingga saat ini, tercatat 85 korban jiwa akibat bencana tersebut, sementara ribuan warga lainnya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Sejak hari pertama kejadian, Holding Perkebunan Nusantara telah mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, makanan kaleng, serta obat-obatan. Bantuan tersebut dikelola bersama tim lapangan agar dapat disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Tak hanya logistik, posko juga menyediakan layanan kesehatan melalui kerja sama dengan Puskesmas Cisarua. Tenaga medis, obat-obatan darurat, serta vitamin disiagakan untuk membantu penyintas maupun petugas lapangan. Selain itu, fasilitas “Dapur Hangat” turut dihadirkan untuk menyediakan minuman hangat seperti kopi, teh, dan wedang jahe guna menjaga stamina para petugas.

Menurut Desmanto, keberadaan posko sangat penting mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu dan struktur tanah yang masih labil. Dukungan fisik dan kesehatan menjadi faktor krusial bagi kelancaran proses evakuasi.

“Tim rescue dan relawan bekerja dalam kondisi yang berat. Posko ini menjadi tempat mereka beristirahat sekaligus menjaga kondisi tubuh,” jelasnya.

Pengelolaan posko dilakukan secara kolaboratif. Penyediaan makanan siap saji ditangani Tim Afdeling Pangheotan Kebun Ciater dengan melibatkan pelaku usaha lokal. Sementara tenaga medis juga aktif memantau kesehatan penyintas dan membagikan suplemen bagi petugas.

Kepala Bagian SDM dan Sekretariat PTPN I Regional 2, Dedi Kusramdani, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kebutuhan di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif.

“Kami rutin mengevaluasi kebutuhan mendesak, termasuk peralatan dapur dan suplemen daya tahan tubuh. Tujuannya agar bantuan tepat guna dan mampu mendukung para korban maupun relawan,” ujarnya.

Sinergi antara korporasi, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terus diperkuat untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmennya untuk tetap hadir di tengah masyarakat dalam situasi krisis sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian kemanusiaan.**/(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID