Batang hari,Republik,Pers.Id – Ambruknya jembatan Sungai Putih yang menghubungkan Desa Padang Kelapo dengan Desa Rawa Mekar menuai keluhan keras dari masyarakat. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen kelapa sawit.
Sejak robohnya jembatan tersebut, aktivitas masyarakat lumpuh. Warga kesulitan membawa hasil kebun mereka, yang berdampak langsung pada penghasilan dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Salah satu tokoh masyarakat setempat menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
“Kami sangat kecewa karena sampai saat ini belum ada tindakan nyata. Jembatan ini urat nadi ekonomi masyarakat. Kalau dibiarkan, kami bisa kehilangan sumber penghasilan,” tegasnya.
Warga secara tegas mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan dan tidak hanya menunggu. Selain itu, masyarakat juga meminta tanggung jawab dari pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, seperti APL, Bukit Tambi, dan RGS, agar ikut berkontribusi dalam perbaikan jembatan.
“Kami berharap pemerintah dan perusahaan jangan tutup mata. Ini menyangkut kehidupan banyak orang. Kami butuh aksi nyata, bukan janji,” tambah warga lainnya.
Masyarakat berharap dalam waktu dekat ada langkah konkret berupa pembangunan kembali jembatan Sungai Putih agar aktivitas ekonomi kembali normal dan kesejahteraan warga tidak semakin terpuruk. (Msr)



Social Header