Breaking News

Direktur Utama BPD Kalbar Hadiri Acara Halal Bihalal MABM Kalbar di Pendopo Gubernur Kalbar



republikpers.id 

PONTIANAK  Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri sekaligus memberikan sambutan hangat dalam acara Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat. Bertempat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat pada Minggu (19/4/2026).

Acara yang diawali dengan bacaan ayat suci Al Quran dan dilanjutkan dengan pemotongan “Nasi Adab” ni menjadi momentum penguatan silaturahmi sekaligus penegasan identitas budaya Melayu di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Acara ini juga dirangkaikan dengan Launching Aplikasi Pantunin AI dan launching buku “Dayak-Melayu, Satu Darah, Dua Dunia”, yang ditandai Pemukulan Tar bersama.

Mengawali sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan permohonan maaf lahir batinnya kepada semua hadirin yang ada. Ia kemudian menekankan bahwa budaya Melayu bukan sekedar warisan fisik, melainkan sebuah ekosistem nilai yang berlandaskan pada adab dan tuntunan Ilahi. Ia mengingatkan bahwa identitas Melayu harus tetap kokoh meski dunia terus berubah.

"Pertama - tama, saya ucapkan Taqabbalallahu minkum, minna waminkum Taqobbal yaa Karim. Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin. Kemudian, kepada handai taulan semua Budaya Melayu di Kalimantan Barat adalah budaya yang berpondasi pada adab. Kita mengenal sebuah pegangan hidup yang takkan lekang oleh panas, takkan lapuk oleh hujan. Sesuai pesan leluhur, biarlah adat kita membumi, namun puncaknya tetap menatap ke arah tuntunan Ilahi," ujar Gubernur Ria Norsan dalam pidatonya.

Gubernur secara khusus memberikan perhatian pada pelestarian kesenian Tundang. Menurutnya, Tundang bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen komunikasi masyarakat Melayu yang cerdas dan santun. Ia berharap kesenian ini terus diajarkan kepada generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.

Namun, di sisi lain, Gubernur juga menyoroti tantangan nyata di era digital, yakni masifnya penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat. Ia meminta MABM menjadi benteng informasi yang positif.

"Di era digital saat ini, kita dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan, terutama terkait dengan penyebaran informasi yang tidak benar dan ujaran kebencian. MABM harus menjadi 'jembatan' yang menghubungkan masa lalu yang luhur dengan masa depan yang modern. Jangan biarkan anak muda kita kehilangan jati diri," tegasnya.

Salah satu poin krusial dalam sambutan tersebut adalah pesan khusus Gubernur kepada Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, terkait persiapan Festival Melayu Serumpun 2026. Gubernur berharap festival tersebut tidak hanya megah secara seremoni, tetapi juga mampu menonjolkan keelokan adab Melayu di mata dunia.

Gubernur mendorong agar kawasan Waterfront City dan Rumah Melayu dioptimalkan sebagai ikon pariwisata internasional yang memadukan sisi modernitas dan tradisi.

"Tanggung jawab kita bukan hanya menyelenggarakan acara yang megah secara fisik, tetapi juga menunjukkan kemegahan adab Melayu di mata dunia. Saya berharap festival ini menjadi magnet pariwisata internasional sekaligus wadah integrasi budaya Melayu di era digital," tambah Ria Norsan.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Ria Norsan mengajak seluruh keluarga besar MABM untuk terus menjadi organisasi yang dituakan dari organisasi Melayu lainnya, inklusif dan terbuka. Ia menegaskan bahwa Melayu harus menjadi elemen pemersatu di tengah keberagaman mozaik budaya Kalimantan Barat. Norsan juga mendoakan MABM turut serta dalam keberlangsungan pembangunan di Kalimantan Barat.

Di tempat tersebut, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Provinsi Kalimantan Barat, Prof. Dr. H. Chairil Effendy, M.S., menyampaikan rasa syukur mendalam atas terselenggaranya silaturahmi Halal Bihalal di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan posisi strategis MABM sebagai motor pelestari budaya sekaligus mitra kritis pemerintah dalam pembangunan daerah.

MABM Kalimantan Barat secara tegas menyatakan dukungannya terhadap jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Drs. H. Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus. Kendati demikian, MABM tetap akan menjalankan fungsi kontrol sosial demi memastikan pemerintahan berjalan sesuai koridor moral dan martabat bangsa.**/


(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID