republikpers.id
SUKABUMI PTPN I Regional 2, salah satu entitas Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, resmi menyepakati langkah strategis dalam optimalisasi aset negara melalui pengembangan kawasan agrowisata dan infrastruktur strategis di wilayah Sukabumi.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama pada Jumat (30/4/2026), dengan fokus utama pada pengembangan Kawasan Agrowisata Pondok Halimun sebagai motor penggerak ekonomi baru di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.
Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengelola aset negara secara profesional dan berkelanjutan.
Menurutnya, optimalisasi lahan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
Dengan pengalaman pengelolaan kawasan Agrowisata Gunung Mas di Bogor, PTPN I Regional 2 optimistis pola pengembangan serupa dapat diterapkan di Pondok Halimun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Selain berorientasi pada pengembangan ekonomi, pengelolaan kawasan juga diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan. Sejalan dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat terkait pengendalian alih fungsi lahan perkebunan, PTPN I Regional 2 akan melakukan penataan kawasan melalui program replanting atau penanaman kembali komoditas teh dan kopi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga fungsi ekologis kawasan perkebunan sebagai daerah resapan air dan penyangga lingkungan guna meminimalisir potensi bencana banjir maupun longsor di wilayah Sukabumi.
“PTPN I berkomitmen untuk mengelola kawasan ini secara produktif sekaligus berkelanjutan. Pengembangan yang dilakukan harus mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan fungsi lingkungan,” ujar Desmanto.
Kerja sama antara Holding Perkebunan Nusantara dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga mencakup dukungan terhadap sejumlah proyek strategis lainnya, mulai dari pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pelabuhan Ratu–Cibadak Baru, peningkatan kualitas jalan penghubung desa, hingga pembangunan Jembatan Cibabi dan Cibugeul.
Selain itu, kedua pihak juga menjajaki penyediaan lahan untuk hunian sementara bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah di Desa Wangunsari serta pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di kawasan Ciemas.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN menjadi langkah strategis dalam mempercepat pembangunan wilayah melalui pemanfaatan lahan yang produktif dan terarah.
“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang investasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain itu, sinergitas ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,” tandasnya.
Pondok Halimun sendiri dikenal sebagai kawasan wisata alam dengan panorama pegunungan, bumi perkemahan, serta air terjun yang menjadi daya tarik wisata di Sukabumi.
Melalui sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I Regional 2 dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kawasan tersebut diproyeksikan berkembang menjadi destinasi agrowisata yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.**/
(Ramsyah)



Social Header