republikpers.id
PONTIANAK, 29 Mei 2026
Bank Kalbar terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah melalui peningkatan pembiayaan perumahan bagi masyarakat di Kalimantan Barat.
Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, mengatakan saat ini pihaknya tengah menggenjot penyaluran pembiayaan perumahan melalui kerja sama dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Dalam program tersebut, Bank Kalbar juga mendapat dukungan pendanaan dari Sarana Multigriya Finansial (SMF) guna memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah.
Kita lagi genjot, karena itu juga salah satu program pemerintah. Kami kerja sama dengan FLPP, yang di dalamnya ada SMF, pendanaannya untuk perumahan. Kami kerja sama dan sudah tanda tangan,” kata Rokidi di Pontianak, Jumat (29/5/26)
Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat sekaligus mempercepat realisasi target pembangunan rumah yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Rokidi menjelaskan, pada tahun 2026 Bank Kalbar kembali menyiapkan penandatanganan perjanjian kerja sama lanjutan terkait pembiayaan perumahan di Kalimantan Barat. Perjanjian tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat dengan alokasi pembiayaan yang lebih besar.
Dan tanda tangan yang kedua di tahun 2026 ini, insya Allah mungkin dalam waktu satu atau dua bulan. Saya kira mungkin awal bulan ini sudah ada tanda tangan atau perjanjian kerja sama untuk berapa yang kami jatahkan untuk Kalimantan Barat,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2025, Bank Kalbar berhasil menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 700 unit rumah. Capaian tersebut menjadi bukti komitmen bank daerah tersebut dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan rumah yang terjangkau.
Dengan target pembangunan 3 juta rumah secara nasional, Rokidi optimistis pemerintah akan memberikan porsi pembiayaan yang lebih besar kepada Bank Kalbar agar penyaluran kredit perumahan di Kalimantan Barat dapat terus meningkat.
“Kami di tahun 2025 ada 700-an lebih. Mungkin tahun ini, karena kan harus mencapai 3 juta, harus segera. Mungkin kami diberi porsi yang lebih besar lagi,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan pembiayaan perumahan tidak hanya berdampak pada bertambahnya jumlah masyarakat yang memiliki rumah, tetapi juga mampu menggerakkan sektor properti dan industri pendukung lainnya yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, Bank Kalbar berharap dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan perumahan nasional.
Bank Kalbar berkomitmen untuk terus mendukung masyarakat Kalimantan Barat dalam memiliki rumah impian melalui berbagai skema pembiayaan yang mudah dan terjangkau,” pungkas Rokidi.**/(Ramsyah)



Social Header