Batanghari – Republik, Pers Id - Lahan milik Kepala Desa Batu Sawar diduga diserobot oleh perusahaan perkebunan PT Adimulyo Palmo Lestari. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Polda turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).Selasa,(03/03/26)
Lahan seluas lebih kurang 32.4 hektar yang sah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama pelapor Abdul Khalik Kepala Desa Batu Sawar, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi diduga dikuasai dan ditanami kelapa sawit secara sepihak oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Adimulia Palmo Lestari
Kegiatan olah TKP dilakukan guna memastikan batas lahan serta mengumpulkan keterangan dan bukti terkait dugaan penyerobotan lahan tersebut. Petugas juga melakukan pengecekan langsung di lapangan dan mencatat sejumlah titik yang menjadi objek sengketa.
Menurut informasi di lapangan, lahan yang dipersoalkan merupakan milik Kepala Desa Batu Sawar yang sebelumnya telah dikelola oleh pemiliknya. Namun belakangan diketahui sebagian area lahan tersebut diduga telah masuk dalam area garapan perusahaan.
Kepala Desa Batu Sawar mengatakan dirinya berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara adil sesuai hukum yang berlaku.
“Kami hanya ingin kejelasan terkait batas dan status lahan tersebut. Jika memang ada pihak yang menguasai tanpa hak, tentu kami berharap ada penyelesaian yang adil sesuai aturan hukum,” ujar Kepala Desa Batu Sawar saat berada di lokasi.
Ia juga mengapresiasi langkah pihak kepolisian yang telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan olah TKP.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah turun langsung melihat kondisi di lapangan. Harapan kami persoalan ini dapat segera jelas dan tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, masyarakat sekitar berharap proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dapat berjalan transparan sehingga permasalahan lahan tersebut dapat segera menemukan titik terang.
Hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian masih mengumpulkan data serta keterangan dari berbagai pihak terkait.(Msr)




Social Header