Breaking News

Bank Kalbar Harus Jadi Motor Penggerak UMKM dan Sektor Produktif



republikpers.id

PONTIANAK, 25 Mei 2026

 Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, meminta Bank Kalbar melakukan inovasi dan ekspansi bisnis yang lebih agresif agar tidak bergantung pada sektor Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai negeri sebagai sumber utama pendapatan.

Menurut Heri, persaingan industri perbankan yang semakin ketat menuntut Bank Kalbar untuk memperluas sumber pendapatan dengan menyasar sektor-sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan nelayan.

Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Kalbar dinilai memiliki peran strategis dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

“Saya berkali-kali mengatakan bahwa urat nadi otonomi daerah itu berkaitan dengan PAD, dan salah satunya memang ada di BUMD-BUMD, termasuk Bank Kalbar,” kata Heri di Pontianak,  (25/5/26)

Ia menilai Bank Kalbar selama ini telah memiliki pasar yang kuat karena sebagian besar transaksi keuangan pegawai negeri di Kalimantan Barat menggunakan layanan bank daerah tersebut. Namun kondisi itu tidak boleh membuat Bank Kalbar terlena tanpa melakukan diversifikasi usaha.

“Hampir semua kegiatan pegawai negeri di Kalimantan Barat ini sudah berbankan Bank Kalbar. Tapi menurut saya, yang masih perlu dikritisi adalah bagaimana Bank Kalbar terus berinovasi dan serius membantu UMKM di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Heri mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap pasar ASN berpotensi menjadi tantangan di masa depan. Apalagi sejumlah bank nasional seperti BRI dan BSI kini juga aktif membidik segmen nasabah dari kalangan pegawai negeri.

“Kalau Bank Kalbar hanya mengandalkan pendapatan dari pegawai negeri saja, saya pikir ke depan persaingan akan semakin berat,” katanya.

Karena itu, ia mendorong Bank Kalbar untuk memperluas penetrasi bisnis ke sektor-sektor yang memiliki potensi besar di Kalimantan Barat. Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan merupakan peluang yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi bank daerah tersebut.

“Kita punya potensi pertanian yang luar biasa, perkebunan yang besar, kemudian sektor nelayan juga. Ini harus dilirik sebagai lahan pengembangan usaha Bank Kalbar,” tegas politisi senior Partai Golkar Kalbar itu.

Selain memperkuat pembiayaan produktif, Heri berharap Bank Kalbar dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan UMKM melalui berbagai program kredit dan inovasi layanan keuangan yang lebih inklusif.

Ia tetap mengapresiasi kinerja Bank Kalbar selama ini. Namun, menurutnya, transformasi dan inovasi tetap diperlukan agar Bank Kalbar mampu bersaing secara berkelanjutan di tengah dinamika industri perbankan nasional.

“Kerja keras sudah dilakukan dan kita apresiasi. Tapi Bank Kalbar harus mulai melakukan inovasi-inovasi baru agar tidak hanya bertumpu pada satu sektor saja,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heri juga menyinggung kinerja sejumlah BUMD lain di Kalimantan Barat yang menurutnya masih perlu diperkuat agar dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD. Ia menyebut PT Jamkrida Kalbar mulai menunjukkan tren positif, sementara perusahaan daerah lainnya diharapkan terus berbenah dan meningkatkan performa usaha.


“Jamkrida sekarang sudah mulai terlihat bagus dan positif. Mudah-mudahan Prusda ke depan juga bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.**/(Ramsyah)

© Copyright 2022 - REPUBLIKPERS.ID