republikpers.id
SINGKAWANG – Semangat sport tourism dan pengembangan desa wisata kembali menggema di Kota Singkawang. Singkawang Nature Run 2026 sukses digelar di Desa Agroeduwisata Nyarumkop, Singkawang Timur, pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Kegiatan lari alam ini menjadi bagian dari promosi potensi wisata baru Kota Singkawang yang memadukan konsep pertanian, edukasi, dan pariwisata. Kawasan Nyarumkop yang dikenal memiliki 15 potensi wisata unggulan, mulai dari wisata batu belimbing, air terjun Riam Semayak, hingga Agro Eduwisata dan Saung Timur, dipilih menjadi lokasi utama penyelenggaraan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemasaran dan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Kalbar, Yuse Chaidi Amzar. Dalam acara tersebut, Yuse Chaidi Amzar menegaskan komitmen Bank Kalbar dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa wisata.
"Bank Kalbar tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tapi sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui Singkawang Nature Run ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempromosikan Desa Agroeduwisata Nyarumkop sebagai destinasi unggulan baru, sekaligus mengajak masyarakat untuk hidup sehat," ujar Yuse.
Ia menambahkan, dukungan Bank Kalbar terhadap event seperti ini sejalan dengan program #BankPunyeKite dan Desa Cakap Keuangan yang diinisiasi bersama OJK, di mana Desa Wisata Batu Belimbing di Kelurahan Nyarumkop menjadi salah satu pilot project literasi keuangan bagi pelaku UMKM wisata.
Pantauan dari unggahan resmi Bank Kalbar, acara yang menggunakan jersey bergambar burung enggang — ikon Kalimantan Barat — ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai komunitas lari dan masyarakat umum. Rute lari menyusuri hamparan sawah dan kawasan pertanian kelompok tani di Nyarumkop, memberikan pengalaman berlari yang berbeda dengan nuansa alam pedesaan.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Pemerintah Kota Singkawang, perangkat Kelurahan Nyarumkop, serta perwakilan instansi terkait.
Melalui kegiatan ini, Bank Kalbar berharap Agroeduwisata Nyarumkop dapat semakin dikenal luas, tidak hanya sebagai kawasan pertanian produktif seluas 45 hektare, tetapi juga sebagai destinasi sport tourism dan edukasi yang berkelanjutan bagi Kota Singkawang dan Kalimantan Barat.**/
(Ramsyah)


Social Header